Kamis, 20 Desember 2007

Pengalaman pahit yang semanis cokelat


Ya seperti cokelat, pernah kan kita rasakan cokelat? Itulah hidup! Bak potongan cokelat, pahit tapi kita akui kalau cokelat tuh manis juga. Kenapa cokelat yang ku pilih sebagai pembanding? Sederhana saja alasanku : penjualan cokelat sering meledak tiap bulan kedua kalender masehi! = )

Semua yang hidup pasti pernah cicipi pahitnya episode kehidupan ini. Entah orang yang kita sayang atau orang tak terlalu kita kenal, semua pernah memberi kita rasa pahit. Nah to the point wae..agar pahit itu terasa manis..kita perlu kelapangan hati! Kelapangan hati ini bukan sekedar ‘nerimo/pasrah’ tapi lebih dari itu : kemampuan kita meMAAFkan. Awalnya emang sulit memaafkan sesuatu yang menyakitkan kita tapi dari pada hidup kita tambah kusut dan terhenti melangkah karena hal pahit, apa mau tambah rugi??? Yupz! Permanis aja dengan hati tulus memaafkan dan percantik cokelat kehidupan dengan pita/bingkisan hikmah. Ambil aja hikmahnya, misal dibohongi itu sakit dan dipukul itu sisakan luka maka jangan sampai kita coba bohongi dan memukul orang lain.

Gimana? lezatkan punya cokelat special?! Dan kita pasti kan puas berhasil mencetak cokelat yang tambah manis, bukannya tambah pahit. Oks!

Tidak ada komentar: